Belajar Iptek di Luar Negri

Banyak pelajar atau pegawai yang ingin belajar Iptek di Luar Negeri untuk meningkatkan kapasitasnya. Memang sekolah di negara-negara maju menjanjikan fasilitas yang baik dan akses informasi yang tidak terbatas. Misalnya untuk mendapatkan referensi jurnal, sangat mudah sekali karena biasanya universitas langganan electronic journal yang bisa diakses dari dalam sekolah.

Namun kadang ada permasalahan yang sering dipertanyakan, yaitu kompatibilitas penelitian yang dilakukan dengan kondisi real Indonesia. Seringkali peneliti yang belajar di negara maju harus mengerjakan penelitian yang tidak aplikatif untuk Indonesia dan lebih cocok untuk kondisi negara maju. Karenanya salah satu tantangan peneliti negara berkembang yang belajar di negara maju adalah memikirkan aplikasi ilmunya untuk kondisi Indonesia, bukan sekedar menghasilkan paper jurnal.

Pemerintah negara-negara maju menyediakan beasiswa, juga beberapa perusahaan swasta asing. Jika ingin belajar ke Amerika, ada America Indonesia Exchange Foundation (http://www.aminef.or.id/) yang menyediakan beasiswa. Pemerintah Jerman juga menyediakan beasiswa untuk pelajar asing yang ingin sekolah di sana dengan DAAD-nya (http://www.daad.org). Jika ingin mencoba melamar beasiswa ke Inggris bisa akses http://www2.britishcouncil.org/indonesia , untuk ke Australia ada http://www.austembjak.or.id , untuk Belanda http://www.fni.nl.

Jepang merupakan negara maju di Asia yang banyak memberikan beasiswa. Infonya dapat diakses di http://www.id.emb-japan.go.jp/ atau http://www.embjapan.co.id. Pemerintan Jepang melalui Kementrian Pendidikannya (Monbukagakusho) menawarkan beasiswa mulai dari D2, D3, S1, S2, S3. Para lulusan SMA yang berprestasi baik dapat mencoba beasiswa ini. Untuk program S2 dan S3, ada dua jalur yaitu G to G (Government to Government) dan U to U (University to University). Untuk jalur G to G, disyaratkan harus Pegawai Negeri Sipil atau staff universitas. Selama ini banyak dari kalangan dosen universitas, peneliti LPND, departemen maupun pegawai Pemda. Untuk jalur U to U, maka siapapun dapat mendaftar dengan langsung melalui kontak professor pembimbing di Jepang. Kunci untuk mendapatkan beasiswa S2 dan S3 ke Jepang adalah adanya kontak professor yang mau menerima dan proposal yang baik, selain kemampuan bahasa (Inggris atau Jepang) yang mencukupi untuk komunikasi.

Pemerintah Jepang melalui program JICE JDS juga memberikan beaiswa untuk sekolah ke negeri Sakura ini (http://www.jice.org/english/jds/indonesia_org.html). Program JICE JDS memberangkatkan rata-rata 30 orang setiap tahunnya, dan saat ini sedang dibuka pendaftaran.

Sebuah perusahaan Jepang, Panasonic juga memberikan beasiswa untuk lulusan berprestasi dari universitas-universitas unggulan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: